Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2016

Generalisasi yang Spesial

Kita adalah makhluk spesial. Iya spesial karena di muka bumi nggak ada yang nyamain kita. Meskipun sama-sama manusia, pasti ada aja yang beda. Secara umum dulu deh, kira-kira kayak video ini:


Hehehe. Seru videonya #jareku

Nah, dari video itu (yang sebenernya purposenya adalah Bhinneka Tunggal Ika) kita bisa tau bahwa habit orang satu dengan orang lainnya berbeda-beda bahkan dari hal yang paling sepele. Hal lainnya yang bikin kita beda apa? Gen? Iya gen juga beda-beda. Tapi mungkin tidak pada fenomena kembar identik (dengan catatan salah satu tidak mengalami mutasi genetik). Sidik jari akan berbeda. Sifat dan kebiasaan kita pun ada saja yang berbeda. Tidak ada manusia di bumi ini yang diciptakan benar-benar sama. Pasti banyak dari kita yang sudah mengetahui hal ini.

Rabu, 02 Desember 2015

Jangan Lakuin 13 Hal ini (Guys) Kalau Kamu Nggak Mau Dibilang PHP!

“Haaaaah! PeHaPeeee!”
Iya. Siapa sih yang nggak sebel di-PHP-in? Udah lama-lama nunggu, main ati, makan ati, seneng, galau gak jelas beberapa lama, ternyata...


Emang PHP itu apaan sih, Ep?

Saya jelasin dulu ya, buat yang masih belum ngeh PHP itu apa. PHP itu singkatan dari Pemberian Harapan Palsu. Iya maksudnya kamu kasih sinyal-sinyal random ke dia. Kalau diibaratin perempatan lampu merah, yang nyala lampu ijo yang ke-ijo-ijo-an. Kamu nggak sadar sudah ngelakuin ‘Pemberian Harapan’ karena kamu memperlakukan semua cewek dengan sama, misalnya. Dia udah terlanjur baper, eh belakangan dia tahu ternyata kamu baik ke semua orang. Kan PHP. Plis, minimal kamu sebagai cowok ketahuilah rambu-rambunya, Guys. Mulai dari awal yak...

Senin, 23 November 2015

Mawar yang Mekar di Tegarnya Karang

Hey, happy readers!

Selamat pagi. Mungkin kalian membaca postingan ini bisa siang, sore, malam, tapi sekarang masih pagi saat saya menulisnya. 

Mau bahas apa, Ep?

Gini.. Beberapa minggu yang lalu saya dapet pinjeman novel. Novelnya siapa lagi kalo bukan novelnya Tere Liye. Iya, setaun terakhir memang saya suka baca novel-novel karyanya. Padahal dulu sama sekali tidak tertarik gara-gara novelnya yang "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", yang dibaca sama kembaran saya. Katanya ceritanya khayal. Jadi nggak tertarik sama novel dia yg lainnya (maaf, bang Tere :*). Novel yang saya pinjem dari teman kerja saya itu berjudul "Sunset Bersama Rosie". Sudah lama ingin membacanya karena menemukan beberapa quote ajaib di fanpage facebooknya. Tapi apa yang saya rasakan saat sampai di halaman terakhir? Rasanya pengen banting novel itu! Dan tidak jadi saya banting, karena sadar cuma pinjeman.


Jadi akan saya ceritakan sedikit pengalaman saya membacanya. Membaca juga pengalaman, lho.