Minggu lalu saya nulis tentang main egrang, ya?
Hehehe. Iya ini part terakhir cerita saya main di LDD. Jadi tidak usah protes lagi kenapa ceritanya kok kepanjangan. Dan iya, emang acaranya semacam MTD gitu, tapi ini di Lumajang. Di Lumajang. Clear? Oke kita lanjutkan
perjalanan kita.
Setelah mengembalikan egrang dan ‘mengece’
anak-anak muda yang susah matiin TV kuno di booth tersebut, kami melanjutkan
perjalanan ke alun-alun sebelah barat. Kami menemukan alat penggiling jagung. Terbuat
dari batu yang berbentuk setengah lingkaran, cekung di tengahnya, dengan stik
di atasnya yang arahnya tegak lurus dengan batu tadi. Cara penggunaannya yaitu dengan
cara diputar searah jarum jam. Jagung yang diletakkan di tengah cekungan tadi
akan tergiling dan menjadi halus. Mas pay sama beberapa cowok lainnya sempet
nyobain muter penggiling tersebut bareng-bareng. Karena tidak ada penjaga pada
booth tersebut, jadi saya masih bertanya-tanya. Jagungnya yang sudah halus
gimana cara ngambilnya?

