Tampilkan postingan dengan label harjalu760. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harjalu760. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2015

Acaranya Kekinian, Judulnya Loemadjang Djaman Doeloe (Part 3)

Minggu lalu saya nulis tentang main egrang, ya? Hehehe. Iya ini part terakhir cerita saya main di LDD. Jadi tidak usah protes lagi kenapa ceritanya kok kepanjangan. Dan iya, emang acaranya semacam MTD gitu, tapi ini di Lumajang. Di Lumajang. Clear? Oke kita lanjutkan perjalanan kita.

Setelah mengembalikan egrang dan ‘mengece’ anak-anak muda yang susah matiin TV kuno di booth tersebut, kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun sebelah barat. Kami menemukan alat penggiling jagung. Terbuat dari batu yang berbentuk setengah lingkaran, cekung di tengahnya, dengan stik di atasnya yang arahnya tegak lurus dengan  batu tadi. Cara penggunaannya yaitu dengan cara diputar searah jarum jam. Jagung yang diletakkan di tengah cekungan tadi akan tergiling dan menjadi halus. Mas pay sama beberapa cowok lainnya sempet nyobain muter penggiling tersebut bareng-bareng. Karena tidak ada penjaga pada booth tersebut, jadi saya masih bertanya-tanya. Jagungnya yang sudah halus gimana cara ngambilnya?
 
pemutar vinyl dan gelas-gelas kopi

Selasa, 22 Desember 2015

Acaranya Kekinian, Judulnya Loemadjang Djaman Doeloe (Part 2)

Nah, lanjutan dari yang kemarin nih :) Karena soal tryout udah dapet 60 soal dari 130 soal, jadi mari kita lanjutkan yang part 2 hari ini. Di sela-sela bantu-bantu ibu masak buat maulud nabi besok. Karena request dari beberapa pembaca juga buat posting part 2-nya. Hehehe. Okelaaaahh..

Sampai dimana kita? Oya, sampe di foto bareng Demang, ya.

Nah setelah itu kami berniat buat pergi ke booth selanjutnya. Tapi ada yang bikin saya berhenti. Ada satu hal yang menarik perhatian saya. Di sebelah booth Demang tadi, ada alat musik tradisional gede, yang bahannya dari kayu, sedang dimainkan oleh bapak-bapak yang rambutnya sudah putih semua karena usia. Alunan musiknya merdu sekali, bikin adem meskipun hanya terdengar sayup-sayup. Iya sayup, karena suasana emang lagi rame banget malam itu. Saya ambil gambar pake kamera yang dari tadi saya bawa, sisa motretin temen saya tadi. Tanpa dikomando, temen saya yang sebut saja namanya ‘mas pay’, nyamperin duduk di sebelah bapaknya. Ngajak ngobrol. Sama seperti yang saya lakuin tadi ke Pak Demang. Iseng, saya rekam sekalian keasikan mereka pake video rec di kamera pinjeman.

anggap saja fokus