Tampilkan postingan dengan label akar serabut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akar serabut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

Akar Serabut (Farewell)

“Mas, di Lumajang ada tempat nongkrong lucu. Pengen ngajakin samean kesana. Kapan main ke Lumajang?”

Dulu, sempet bilang gitu ke (mantan) gebetan. Posisi saat itu, saya baru pulang dari penjait saya di daerah Sentul, Lumajang. Terus ke timur sampe di Jalan Semeru (barat perempatan Klojen), tolah-toleh liat ada tempat nongkrong yang (keliatannya) unik banget dari jalan. Sebagian temboknya ada yang cuma dilapisi wallpaper handmade dari koran. Kursi kayu bercat hitam yang keliatan vintage-vintage gimana gitu. Perabotan dan aksesoris dari bahan daur ulang. Meskipun tempatnya tidak terlalu luas (bisa dibilang terbatas), tapi dinaungi pohon gede yang bikin suasana jadi adem. Nama tempat itu “Akar Serabut.”