Sore itu saya baru selesai mengajar di bimbel tempat saya bekerja. Waktu menunjukkan pukul 17.40 ketika itu, saya mengemudikan motor saya untuk mampir sebentar di Ind*maret sebelah kantor. Dua hari setelah itu, saya akan melakukan perjalanan ke kota Jogja sendirian. Jadi saya pikir perlu-lah saya belanja sedikit untuk jaga-jaga camilan dan obat yang mungkin saya perlukan untuk ke Jogja. Saya belanja pada hari itu karena besoknya saya mempunyai jadwal mengajar yang padat, dari pagi sampai sore hari. Sehingga saya sempatkan hari itu untuk belanja keperluan saya sepulang kerja.
Saya masuk ke dalam mini market tersebut dan mengambil beberapa jajanan (iya, memang suka jajan), satu botol fresh tea apel, vitacimin, dan satu botol UC1000 rasa lemon. Setelah mengambil beberapa belanjaan lainnya, saya melangkah ke kasir. Ada dua orang di antrian kasir tersebut. Dan seperti biasa, antriannya nggak jelas. Sebenernya di indom*ret ini antriannya ke arah mana? Tegak lurus sama meja kasir atau sejajar? Saya sudah pernah menegur kasir indomaret beberapa minggu yang lalu, karena nggak jelas gini. Waktu itu sedang ramai, antrian saya diserobot terus. Kasirnya diem-diem aja. Akhirnya saya tegur untuk lain kali mengarahkan pembeli dalam mengantri.
Dan lagi-lagi sekarang antriannya juga nggak jelas, meskipun cuma ada dua orang, tapi cukup menyulitkan saya mau berdiri buat ngantri di sebelah mana dari mereka. Saya berdiri kebingungan di belakang perempuan yang belanja bulanan dan bapak paruh baya yang memakai rompi hijau neon seperti petugas parkir. Dan saat saya hendak membuka mulut buat tanya sama mbak kasirnya, tiba-tiba bapak berrompi hijau tersebut menoleh ke arah saya sambil tersenyum. Beliau tersenyum hangat sekali, agak mendongak, karena sepertinya saya lebih tinggi daripada beliau, mengingatkan saya pada almarhum pakdhe saya.
