Tampilkan postingan dengan label moodbooster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label moodbooster. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Desember 2015

Revertigo

Pernah mendatangi acara reuni SD? Atau reuni SMP? Reuni SMA?

tampilan beda, kelakuan sama :D
  Jika pernah, coba diingat lagi. Beneran udah pernah? Eh, bukan. Coba diingat. Adakah salah satu teman yang nyeletuk seperti ini:

“Heeeehh.. Gendut! Kenapa sekarang udah kurus?”
“Wah, sudah sukses kamu, ya. Selamat ya.. Traktiran kapan-kapan dong!”
“Mana tunanganmu? Nggak dibawa?”
“Tambah cantik ya, kamu.” #cieeee

Tapi juga banyak celetukan seperti ini:

“Ya ampuuun. Anak ini masih sama aja kayak dulu, pecicilan!”
“Heh, kamu kok tetep gini aja sih?”
“Elu, tetep aja ngomongnya banyak. Nggak penting. Inget umurrrr. Hahaha.”
“Gaya doang yang beda. Bawa mobil, pegang iphone, tetep aja lemot! Hahaha.”

Kamis, 17 Desember 2015

Warna Warni Mengajar

Nah, kali ini saya mau cerita. Lagi? Kok cerita tok se, Ep....
Lah iya, mau berbagi cerita. Lagi sepi soalnya *nangis darah*

Jadi guru itu menyenangkan, teman-teman. Entah kenapa ya. Apa gara-gara ini cita-cita saya dari kecil? Apa karena dari sononya jadi guru itu memang ditakdirkan se-menyenangkan ini? Apa karena sejauh ini belum ada masalah-masalah yang signifikan? Hmmm.

Sudah terhitung dari bulan September (tepatnya akhir Agustus) saya mengajar di salah satu Madrasah Aliyah swasta di kota saya, Lumajang. Madrasah Aliyah (disingkat MA) itu setaraf SMA, tapi berbasis keagamaan gitu lho. Jadi mereka punya lebih banyak mata pelajaran agama dalam kurikulumnya, kayak fiqih, Qur’an Hadist, Sejarah Kebudayaan Islam, dll. Dan di sana juga ada pesantrennya yang muridnya mencapai ribuan. Ceritanya saya ngajar di sana bukan karena saya ngelamar di sana, tapi di sana lagi butuh guru pengganti kimia karena guru kimianya sedang cuti hamil. Sumpah baru dengar juga nama sekolahnya saat itu, dan baru tahu kalo di daerah itu ada sekolah dan pesantren segede itu. (Hehe pangapunten, Gus.)